Tuesday, July 25, 2023

Ini merupakan terjemahan kepada puisi yang diberikan sebagai Tugasan untuk Kelas Amali Kreatif.

 SOALAN 1

 

 

 Painting by Akbar Behkalam, Iran-Germany

 

 

BEARERS OF SCARS

 

The dead with broken faces rise up

The tongue of the humiliated swells

 

The stormy tide of victims rises

But beware bearers of scars

 

 

 

 

Extinguish in your flesh the volcanoes of hate

Stomp the sting and spit out the venom

that would one day make you look like the executioners

Silence those bugles, those bells forcing sameness commanding vengeance

Question your guts

Get through your own masks

 

Be different.

 

ANDRÉE CHEDID, Egypt-France (1920-2011)

 

 

(20 markah)

 


 

 SOALAN 1

 

 

 Lukisan oleh Akbar Behkalam, Iran-Germany

 

 

PEMIKUL PARUT LUKA

 

Si mati yang remuk mukanya bangkit

Si terhina lidahnya melantang

 

Gelora hati si mangsa bertokok dasyat

Tapi waspadalah si pemikul parut luka

 

 

 

 

Padamkan bara api yang menggelegak di jiwa

 

Enjak sengat dan ludahkan bisanya

Bukan ketentuan takdirmu menjadi algojo

Lenyapkanlah dering loceng yang bingit merasuk pembalasan dendam kesumat

 

Nilaikan firasatmu

Singkap pelitup wajahmu

 

Berubah.

 

ANDRÉE CHEDID, Mesir-Perancis (1920-2011)

 

 

(20 markah)

 

 

 

 

 

 

 

SOALAN 2

     

LIFE IS A SUNRISE

 

Life is an exaggerated caricature,

None has actually determined its structure.

 

It may dance to the tunes of your conscience,

At times unrelenting, it can cause or bring forward violence.

 

The philosophers tried giving it many definitions,

Called it a rainbow, lightning, cyclone, and further additions.

 

What is life? Doesn’t this question still look tough?

Trust me! Even thousands of definitions wouldn’t be enough.

 

It varies from people to people and their expectations,

Everyone has their own outlook towards life and its jubilations.

 

From a simple poetic view, I’d compare it to a prolonged sunrise,

Where it brightens our tenure, guiding us to be wise.

 

As we live on, we are expected to be wiser,

But lack of versatility within many, prevents them from being a reviser.

 

You can’t expect the sunrise to keep you brighter,

Unless one keeps valuing the opportunity as a good evaluator.

 

You have to learn the art of prioritizing,

Or else life could be monotonous or demoralizing.

 

Pick up from where you started and measure where you are heading,

If one can’t visualize the farther plan, it can be dreading.

 

The poetic sunrise shouldn’t end up as an early sunset,

Why do you want a life which is definite to upset?

 

Live a life as one bold and beautiful,

Let life give you opportunities bountiful.

 

Don’t just stand there and be an experience spectator,

Try living those experiences to know it’s feel factor.

 

This poem came up from my muse as one to confuse,

But when I review it, realize that life is best when it can amuse.

 

Shiju H. Pallithazheth 2021

US Copyright Office Registered

 

 

(30 markah)

SOALAN 2

     

HIDUP BAK MENTARI TERBIT

 

Hidup umpama karikatur yang diperbesar-besarkan,

Tanpa diketahui hasrat rekaan.

 

Boleh jadi ia berdansa mengikut irama nalurimu,

Kadang tanpa belas, tercetus nada merentak kalbu.

 

Ahli fikir mengolah bermacam takrifan,

Terkadang pelangi, halilintar, taufan, malah pelbagai ragam gelaran.

 

Apakah kehidupan? Teka-teki ini masih membingungkan?

Percayalah! Seribu pengertian pun tidak memberi pencerahan.

 

Rencam hidup manusia bersandarkan harapan tersendiri,

Masing-masing punya erti hidup dan kemuncak keriangan yang dingini.

 

 

 

Dari sudut pandang puitis mudah, hidup ini ku ibaratkan sinar mentari terbit yang berpanjangan,

Pancarannya menyuluh titian perjalanan, mematangkan pemikiran.

 

Selusur kehidupan seiring dengan kebijaksanaan,

Namun segelintir menidakkan perubahan, menjauhi kematangan fikiran.

 

Sinar mentari di kala fajar tidak selamanya menjadi lampu tumpu,

Cerdiklah menilai peluang di hadapmu.

 

Didik diri menimbang apa yang utama,

Jikalau tidak hidup mudah jemu dan hilang serinya.

 

Bangkitlah dari titik mula dan sasarkan arah tuju,

Jika pojok pandang sekangkang kera, terumbang-ambing perjalananmu.

 

 

 

Indahnya mentari terbit janganlah berakhir dek gelojohnya terbenam mentari;

Mengapa kehidupan suram sebegini yang dicari?

 

Hiduplah dengan segak dan berani;

Raikan kehidupan dengan segala peluang yang diberi.

 

Janganlah menjadi pak pacak yang khusyuk memerhati;

Berlakonlah di pentas dunia dan alamilah nikmatnya sendiri.

 

Puisi ini tercipta dari ilhamku namun terkadang ku bingung,

Tatkala ku amati, hidup membahagiakan saat keseronokan itu berlangsung.

 

Shiju H. Pallithazheth 2021

Pejabat Hak Cipta Berdaftar Amerika Syarikat

 

(30 markah)